Image default
Berita Sekolah Wajib Diketahui

SAMBUT TAHUN BARU ISLAM DENGAN BERHIJRAH

Designed by jcomp / Freepik

MTs Negeri 13 Jakarta – Tahun baru Islam 1442 hijriah jatuh pada Kamis, 20 Agustus 2020. Didalam Islam ditetapkan pada bulan Muharram. Kegiatan tahun baru Islam yang sunnah dilakukan adalah puasa Muharram (puasa Asyura). Puasa ini bahkan memiliki keistimewaan di sisi Allah setelah puasa Ramadhan.

Dalam hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.”

Selain itu, puasa Asyura juga menghapus dosa setahun yang lalu. Dalam hadits riwayat Muslim, dari Abu Qotadah Al Anshoriy ia berkata, “Rasulullah SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah, beliau menjawab ‘Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.’ Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura, Beliau menjawab ‘Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.'”

Bulan Muharram, menjadi satu dari empat bulan dalam kalender hijriah yang memiliki keistimewaan. Keistimewaan bulan Muharram, bulan pertama dalam Tahun Baru Islam itu disebutkan dalam firman Allah SWT di Al Quran surat At Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah itu ada dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Salah satu makna penting hijrah adalah adanya proses transformasi dari kegelapan menuju peradaban yang tercerahkan. Dalam konteks kebangsaan, hijrah bisa dimaknai sebagai transformasi menuju peningkatan kesejahteraan sebuah elemen masyarakat. Selain itu, hijrah mengandung makna pemisah antara kebenaran dan kebatilan.

Makna hijrah tersebut harus selalu hidup dan mewarnai kehidupan kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Peristiwa hijrah yang pernah dilakukan Rasulullah yang kemudian ditetapkan sebagai permulaan Tahun Baru Islam tidak semata kejadian biasa, melainkan menjadi sebuah manhaj atau pola yang perlu dikaji, diresapi, dan diamalkan maknanya.

Umat Islam dan bangsa saat ini sedang berada di dalam ujian yaitu terjadinya bencana alam, pandemi maupun masalah sosial dan moral yang memperlihatkan kita semua. Bencana demi bencana sebagian besar terjadi akibat perbuatan manusia yang mengabaikan melanggar norma-norma yang telah digariskan oleh Allah SWT. Di dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 18 Allah berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”


Untuk membangun hari depan bangsa yang lebih baik dan bermartabat diperlukan mental dan perilaku hijrah dari setiap warga bangsa. Dalam hal ini umat Islam yang merupakan mayoritas perlu memaksimalkan hijrah sebagai momentum perubahan diri dan perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Related posts

PELANTIKAN PENGURUS OSIS MTs NEGERI 13 JAKARTA

Admin13

PMR MTS Negeri 13 Jakarta

adminOK

RAPAT EVALUASI RAKER MTS NEGERI 13 JAKARTA

Admin13